Saya ingin berbagi pengalaman saya, dalam menangani klien saya yang menderita sakit ingin cepat bertemu dengan Alloh dan RasulNya yang sudah di derita sejak 7 tahun yang lalu tepatnya sejak tahun 2000. Awal pertemuan saya dengan beliau pada tanggal 8 Desember 2007 di Harris Hotel Saharjo pada saat training berlangsung.
Beliau sangat ingin bertemu dengan pak Faiz, Tetapi pada saat beliau datang baru saja selesai break shalat Ashar sehingga pak Faiz baru saja masuk untuk melanjutkan training pada hari itu. Kebetulan saya ada di meja depan dengan mas Sugeng (staff LoGOS Institute) yang sedang melayani beliau membeli beberapa buku, poster dan majalah dan beliau sempat mengutarakan masalahnya seperti yang saya sebut diatas. Dengan bercanda mas Sugeng mengatakan “sama pak Supriyanto aja pak, Insya Alloh dia bisa menanganinya”, “ah….., mas Sugeng bisa aja” sambil tertawa kecil. Akhirnya beliau memberikan nomor HP kepada saya dan mas Sugeng sambil berlalu meninggalkan Harris Hotel.
Setibanya saya di rumah saya coba menghubungi beliau dan Alhamdulillah beliau menerima
dengan ceria dan bahagia dari tutur katanya, akhirnya kita sepakat untuk bertemu pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2007 pukul 11. Selasa pagi beliau sms saya yang mengabarkan bahwa kita jadi ketemuan hari ini dan saya menyambutnya dengan membalas sms beliau.
Tepat pukul 11 beliau datang di kantor saya IBII, saya langsung menemui beliau dan pembicaraan kita lakukan di masjid Al Ashri IBII, beliau menceritakan awal kejadian kenapa beliau mengalami hal ini sampai waktu dzuhur tiba, kemudian shalat berjamah setelah itu makan siang dan terapi dilanjutkan di perpustakaan IBII, saya mulai mentapping beliau satu putaran lengkap.
Setelah tapping beliau menceritakan apa yang beliau rasakan pada saat di tapping. Pada saat tapping di hati dan otak beliau terlihat cahaya putih bersih bersinar terang yang semakin lama semakin besar dan cahaya tersebut menghapus cahaya hitam yang ada di sekitar dada dan otak beliau sampai bersih, setelah di terapi beliau mengucapkan Alhamdulillah diikuti kalimat Subhanallah atas semua yang beliau rasakan saat ini suatu yang luar biasa dan suasana hati dan pikiran beliau jauh lebih tenang dan terkendali dan sudah tidak terlintas sedikitpun keinginan-keinginan yang sebelumnya muncul. Saya balas menjawab Alhamdulillah semua ini adalah kuasa Allah pak, karena Allah berperan dalam setiap apa yang Dia kehendaki. Saya hanya manusia lemah yang berusaha berbuat sebaik mungkin dari apa yang sudah Allah amanahkan kepada saya.
Akhirnya beliau pulang dengan hati dan senyum yang bahagia sekali yang terpancar dari wajahnya. Keesokan harinya Rabu 12 Desember 2007 pukul 08:52:25 beliau mengirim sms yang isinya Alhamdulillah banyak peningkatan yang beliau rasakan terutama tingkat kesadaran dan kefahaman meningkat. Semoga Allah ridho, aamiin. Demikian sedikit pengalaman saya yang dengan izinNya semua ini terjadi. Semoga Alloh selalu memberikan keridhoanNya dan ampunanNya untuk kita semua serta kita selalu dalam lindunganNya, aamiin
Supriyanto Karya, Alumni SEFT angkatan XIV