Cerita seseorang client yang mengalami kepedihan emosional lebih dari tiga tahun yang lalu.

Success Stories
Success Stories
Cerita seseorang client yang mengalami kepedihan emosional lebih dari tiga tahun yang lalu.

Ada dua tingkat kepedihan : kepedihan yang anda ciptakan sekarang, dan kepedihan masa lalu yang tetap hidup dalam pikiran dan diri anda. Kepedihan akibat trauma masa lalu menjadi salah satu penyebab utama rasa sakit fisik dan penyakit-penyakit tubuh manusia lainya. Perasaan sakit hati, kebencian, dendam, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah,amarah, depresi, iri hati, dan seterusnya, termasuk juga gangguan yang paling ringan, semuanya merupakan bentuk kepedihan. Begitu pula, setiap kegembiraan mengandung benih kepedihan di dalamnya.

Kepedihan masa lalu tercipta akibat pengalaman traumatis yang tidak dapat diterima oleh pikiran sadar kita. Penyembuhan konvensional akibat kepedihan trauma masa lalu membutuhkan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tapi saya ingin membagi pengalaman bagaimana kepedihan trauma masa lalu kini dapat ditangani jauh lebih cepat dengan teknik SEFT. Inilah ceritanya.

Sebut saja, Ani, wanita 28 tahun di sebuah kota di Jawa Timur, menceritakan pengalaman traumatisnya yang terjadi lebih dari 3 tahun yang lalu. Ia merasa dikhianati oleh kekasihnya yang baru sadar bahwa kekasihnya itu sudah beristri. Ia telah menyerahkan segalanya kepada kekasihnya ini, karena kekasihya berjanji akan menikahinya. Suatu peristiwa klien saya hamil dan oleh kekasihnya disuruh untuk menggugurkan kandungannya. Dan Klien saya mengambil resiko dengan nyawanya untuk menggugurkan calon bayi yang ada dalam kandungannya itu. Tapi sayang, setelah kekasihnya lalu meninggalkannya begitu saja.

Sejak saat itu Klien saya mengalami depresi selama hampir tiga tahun lebih akibat trauma masa lalu dengan kekasihnya itu. Namun ia tidak menceritakan apakah traumanya itu sudah menimbulkan rasa sakit pada tubuh fisiknya.

Begitu banyak hal, kenangan dan benda-benda yang mengingatkannya kembali pada kekasihnya, seperti bila melihat mobil Zenia ia akan teringat kekasihnya, bila melihat kalender, pakaian, ia akan teringat kekasihya, bila malam tiba ia juga teringat ketika kekasihnya sering datang ke kostnya dan mengobrol bersama teman-teman kostnya, ia teringat prosesi waktu menggugurkan kangdungannya, dll.

Ia mengatakan dalam sehari bisa lebih dari 10 kali ia teringat akan kekasihnya itu. Bila trauma itu datang, maka di situ berkumpul kebencian, penyesalan, dendam, amarah, dan kekecewaan, dan ia akan mengirim sms kepada kekasihya sebagai ungkapan kemarahanya.

Saya melakukan terapi dengan SEFT untuk menghapus memori traumatis itu pada aspek-aspek- aspek yang membuatnya depresi. Sempat klien saya mengalami kesulitan mengingat hal-hal yang membuatnya depresi. Karena itu lalu saya meminta klien saya untuk segera mencatat ketika timbul hal-hal yang memicu ingatanya.

Setelah dilakukan tapping pada semua aspek yang ada, klien saya melaporkan bahwa kini ia merasa lebih tenang dan dapat mengendalikan emosinya untuk tidak mengirim sms ke kekasihya itu. Ia juga mengatakan sekarang ia tidak merasa sakit hati lagi.

Depresi yang dialami klien saya ini tidak hanya datang dari trauma masa lalunya, tapi juga rencana perkawinannya yang akan dilangsungkan satu bulan lagi. Ketakutan-ketakutan datang membayangi klien saya untuk menghadapi kehidupan bersama calon suaminya nanti. Beberapa ketakutannya seperti takut trauma masa lalunya akan mempengaruhi hubungan perkawinanya, klien saya tidak mencintai calon suaminya karena ia menikah atas kemauan orang tua, takut menghadapi malam pertama karena tidak ada hasrat seks kepada calon suaminya, beberapa bentuk fisik dari calon suami tidak ia sukai. Karena itu saya lakukan tapping pada aspek-aspek di atas.

setelah pesta perkawinan dilangsungkan, saya menunggu kabar dari klien saya pada keesokan harinya. Dan malam harinya klien saya memberi kabar bahwa baru besok malam ia akan menjalani malam pertama bersama suaminya. Ia mengatakan mohon dibantu doa.

Dua bulan kemudian saya mencoba untuk menanyakan kabar dan keadannya. Klien saya mengatakan bahwa kehidupan perkawinan bersama suaminya dalam keadaan baik dan kini mereka sedang fokus untuk mendapatkan momongan serta mengembangkan usaha suaminya.

Ketika kita mendapati klien kita tersenyum bahagia karena lepas dari masalah yang dihadapinya, ketika itu kepuasan hati atas usaha terbaik yang kita usahakan dapat mengalahkan materi atau uang yang mungkin kita dapatkan. Bila kita melakukan sesuatu apa yang kita senangi, uang bukalah tujuan utama.Banyak di orang-orang di sekitar kita, dan sangat mungkin terjadi pada orang terdekat kita di rumah yang mengalami trauma masa lalu yang tetap hidup hingga saat sekarang dan akan tetap hidup selamanya bila tidak dilakukan pemutusan pada traumanya. Mereka ada namun kita tidak tahu karena mereka tidak menceritakan kepedihan hidup yang ada pada mereka.

Supriyatno – Alumni Pelatihan SEFT Angkatan 14

INFO SEFT TRAINING
Training

SEFT Total Solution

15-16 Februari 2025
Hotel Vasaka Cawang
Jakarta Timur

Mentoring

Spiritual & Financial Abundance

Start 1 Maret 2025
20X Mentoring
Online Class

Mau Lihat Free SEFT Webinar?
Klik tombol info dibawah ini!

Lates Articles